Aku Benci Senja

Author: Kang Awan /

Aku benci senja
Garis remang antara malam dan siang
Ketika terang belum lagi hilang
dan gelap masih remang

Aku benci senja
Batas yang tak jelas antara dua entitas
Saling mencoba untuk lepas
Tapi malam tak pernah lepaskan siang
dan terang tak pernah tinggalkan kelam

Aku benci senja
Karena itu ingatkan aku akan dirimu

Pernahkah ???

Author: Kang Awan /

Pernahkan kita merasa,..
suatu saat ada resah yang melanda...
Ada pula gundah yang menjelma...
Tentang makna keikhlasan yang tak bernoda..
Disaat kebersamaan yang begitu bermakna..

Pernahkan kita jujur bertanya.
Tentang gejolak yang kadang melanda..
Membawa harap tentang cinta..
Ditengah persahabatan dan ukhuwah diantara kita..
Jiwa ini bertanya..
Haruskah keihlasan menafikan harapan,..
Haruskah keikhlasan menghapus segala asa dan cita..
Tentang Damba Cinta Anak Manusia..

Kau Mau Apa ???

Author: Kang Awan /

Jika aku pergi dan tidak kembali lagi
kau mau apa?

kau tidak akan menemukanku di hidupmu
tulisan tanganku di antara garis buku tulismu
pesan singkatku di harimu
sedikit uangku untuk keperluanmu

ketika kau tidak menemukan cintaku di pagi cerahmu
tidak menemukan do'aku di malam indahmu
tidak ada lagi tawaku untuk leluconmu

lalu kau mau apa?
aku bertaruh kau akan mencari diriku yang lain lagi di dunia

Kau Lukis Wajahku

Author: Kang Awan /

Mungkin telah kaularung peluh
Pada cadas bukit dan badai lautan
Hingga kautemui benih-benih sajak begitu mawar
Lincah jemarimu merekam tawa dan tangis
Serupa kembaran kaugambar kata-kata

Kadang ku tersenyum geli
Karena kaudandani kata dengan lucu
Tanpa kusadari perangkapmu
Menjadikan aku pesakitan
Menertawai diri sendiri

Di penghujung sajakmu
Terdampar aku di sebuah danau
Di bening permukaannya
Kutemukan wajahku yang asli

Aku Pernah Mengenalnya

Author: Kang Awan /

Aku pernah mengenal seseorang...
Yang bila dia mendekat, berdebarlah jantungku...
Aku pernah mengenal seseorang...
Yang bila dia tersenyum, tentramlah jiwaku...
Aku pernah mengenal seseorang...
Yang bila dia tertawa, indahlah hariku...

Tapi aku juga pernah mengenal seseorang...
Yang bila dia bersedih, murunglah senyumku...
Tapi aku juga pernah mengenal seseorang...
Yang bila dia menangis, leleh-lah air mataku...
Tapi aku juga pernah mengenal seseorang...
Yang bila dia terluka, dirikupun terluka...

Sekarang dia disini, di pelukanku
Dengan manjanya tertidur dalam lindungku
Terkadang ini terasa tak nyata
Hanya syukur yang bisa kuucap
Karena Tuhan ijinkanku menjaganya.....