Malam-malam begini
semua akan segera tidur tetapi jagakan aku, Tuhanku
Jagakan aku.
Karena malam-malam begini
adalah kenyataanku
Jika matahari telah terbit dan anak-anak telah bangun
wajah-wajah merekapun
harus menjadi fajar
biar hanya dengan sekerat singkong dan air bersih
Maka, tubuhku haruslah singkong bagi mereka
air mataku harus juga mata air
untuk dahaga mereka
Malam-malam begini
semua akan segera berselimut tetapi telanjangkan hatiku, Tuhanku
Telanjangkan hatiku
Biar polos aku dari luka-luka
Dari prasangka buruk
Dari sepi.
Bersama-Mu
aku ingin menjadi angin malam
yang menyapa makam-makam
tempat tulang-belulang lelaki bersaksi
tentang sebuah harapan hidup yang dihancurkan
Bersama-Mu
aku ingin menjadi embun
yang diam-diam mendinginkan perih
perempuan-perempuan yang ditinggalkan
oleh bapak, suami dan saudara lelaki
yang harus membayar harga semangatnya dengan
peluru yang bersarang
Bersama-Mu
aku ingin menjadi bumi
yang hangant memeluk dan membesarkan
anak-anak yang tidak berbapak lagi
Tolong aku untuk menyatakan kepada anak-anak ini
bahwa senapan itu
bukan untuk melukai orang
Tetapi senapan itu
adalah kesetiaan dan kesucian
sayap-sayap merpati
Bersama-Mu
aku ingin terbang
ke tanah harapan
tempat parang-parang digantungkan
dan cukuplah pengertian
sebagai alasan kehidupan dan kematian
Malam-malam begini, Tuhanku,
Gelap dan sepi menghadirkan-Mu.
Tolong hancurkan kemarahanku, Tuhanku
Hancurkan aku
Karena hanya tanpaku dan hanya dengan-Mu
senyum dan uluran tanganku
tidak menyatakan cinta
dengan badik dan peluru.
Doa Malam
Author: Kang Awan /
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment